Rabu, 25 Juli 2012

silence

Unknown

I, silently, wishing you silently a kind of silent person who loving me back in silence.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Sabtu, 09 Juni 2012

may i call this as a bullshit?

Unknown
"Semua akan indah pada waktunya.."


I have waited forever. On those past days, those shitty days, i wonder why on earth i would belive in such thing like that.

Rabu, 30 Mei 2012

unhealthy

Unknown
bagiku yang hanya bisa melihat orang yang dicintainya dari sisi gelapnya,
bagiku yang mencintai dalam diam,
liburan yang begitu panjang ini membahayakan kesehatan mata dan hati.




Senin, 28 Mei 2012
Hari pertama liburan panjang

Senin, 07 Mei 2012

percakapan hujan

Unknown

sore ini, saat sedang menunggu kedatangan seorang teman aku kembali melihatnya. dan ya, ia pun melihatku. lebih tepatnya, menangkap basah mataku.
tunggu!
menangkap basah? aku sendiri kurang sepakat dengan penggunaan kata itu. aku tidak pernah merencanakan tatapan itu, bahkan mengetahui ia ada di tempat itu pun tidak. aku hanya merasa.. entahlah.. rasanya seperti ia memang menangkap basah mataku mencari-carinya.
rasa gelisah itu tentu saja ada. kejadian ini sudah berulang selama dua hingga tiga kali. cemas bahwa ia akan tahu semuanya. aku dengan mantap menceritakan hal ini kepada seorang yang merupakan satu dari tiga orang yang paling tahu mengenai semua tentangnya. setiap kali kejadian itu terulang aku dengan raut wajah cemas dan hati berdebar menceritakan detail kejadiannya. dan setiap kali itu pula ia menenangkanku, mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja dan itu adalah hal yang tidak patut untuk dicemaskan.
namun, berbeda dengan sore ini. setelah melaporkan kejadian tadi, ia yang mungkin saja sudah bosan dengan kekhawatiran berkepanjangan ini, akhirnya berkata "bagaimana jika ia memang sedang melihat ke arahmu?"
Tuhan, sungguh aku tidak tahu harus bahagia atau bersedih mendengar kesimpulan itu. kukatakan bahagia karena tentu saja hal ini semakin menyuburkan taman harapan di hati, dan pula kukatakan bersedih karena kenyataan bisa saja berbeda dan aku dengan terpaksa harus kembali memangkas harapan-harapan itu dengan beringas.

selepas waktu maghrib, kami pulang. agak gerimis, kami tetap menerobosnya. namun, belum jauh berkendara kami harus menepi karena gerimis manja itu telah bertransformasi menjadi hujan yang mengganas. di emperan sebuah toko, berdua kami menunggu hujan reda sambil menikmati kue coklat yang baru temanku itu ingat keberadaannya saat membuka kantong plastik di bagasi motornya.
entah apa yang memulainya, kami mulai membahas lagi tentang dirinya. ia berkata, "lelaki itu, secuil apapun sinyal yang kita berikan akan ia tangkap"
"tapi aku tidak pernah berniat untuk mengirmkan sinyal. bahkan memikirkannyapun aku tak berani!" balasku. sesaat setelah aku melontarkan kalimat itu, aku tidak terlalu memperhatikan lagi apa yang temanku katakan selanjutnya. aku terlalu sibuk mendengar benakku yang bergumam "mungkinkah kau secara tidak sadar telah mengirimkan sinyal-sinyal itu? dan apakah ia menangkapnya? apakah ia menerimanya? atau menolaknya? senangkah? atau merasa risih? Tuhan, aku begitu takut melihat kenyataan"


hujan akhirnya reda, kami memutuskan untuk pulang.

daun yang jatuh tak pernah membenci angin

Unknown

separuh hatiku muncul dengan gagahnya membela, 
aku berhak melakukannya.
namun separuh hatiku yang lain muncul membantah.
tidak! kau hanya akan menyakiti hatimu sendiri. kau hanya akan membuat hatimu semakin terbebat oleh asumsi, perasaan-perasaan, keinginan-keinginan, mimpi-mimpi, dan akhirnya kau sama sekali tak tahu lagi mana simpul yang nyata.
kuat sekali bseparuh hati lainnya membantah.
kalau kau memang berhak merasa mengatakannya, mengapa tidak kau katakan sekarang juga? kirimkan email, chatting, telepon, dan lain sebagainya! HAHA.. kau takut menghadapi kenyataan itu kan? takut mendengar jawabannya? takut. itulah hatimu yang sebenarnya.
pengecut! kau hanya berharap ada keajaiban dari langit.
aku menutup wajah dengan kedua telapak tangan, menangis tertahan, mendengar semua tuduhan separuh hatiku.

...

aku memabaca paragraf itu dengan nafas tertahan. mereka, kata-kata jahannam itu, benar-benar telah menamparku. hatiku.

Jumat, 13 April 2012

Unknown
Never ignore a person who loves you and cares for you. One day you may realise you've lost the moon while counting the stars.


bacalah kalimat diatas kak. resapi. tolonglah.. rasakan seseorang yang mencintai dan peduli padamu. aku sangat ingin menjadi bulan itu, tapi aku tak ingin menghilang...


*kalimat paling atas itu saya salin dari status facebook salah seorang senior saya di kampus. entah itu karangannya sendiri atau iapun menyalin dari suatu sumber dan lupa mencantumkan penciptanya. mihihihi peace kak deni ^.^*

anak ajaib

Unknown
tidak seperti biasanya, kali ini saya tidak akan menuliskan apapun tentang lelaki pujaan yang tempo hari saya ceritakan kepada pembaca sekalian. kali ini saya ingin cerita tentang seorang anak ajaib.
jadi Ibu saya baru saja bercerita bahwa tadi sore, ketika ia mengantar adik saya les, dia bertemu seorang ibu yang datang bersama dua anaknya. satu anaknya seumuran dengan adik saya, dan satunya lagi lebih muda, berumur sekitar empat atau lima tahun.
ibu saya bercerita ketika anak itu melihat ibu saya, ia dengan spontan menunjuk ibu saya seraya berkata "anak ibu ada tiga kan? semuanya perempuan kan?". dan parahnya lagi, anak itu memberitahu ibu saya sesuatu tentang saya yang tidak harusnya diperbincangkan di depan umum. jelas ibu saya kaget dan langsung mengambil kesimpulan bahwa anak itu anak "ajaib".
saya ingat, ibu saya juga pernah bercerita tentang tante saya yang juga bisa melakukan hal-hal macam itu, dan jelas saja saya kagum kepadanya. namun, setelah saya merenungkan ulang, saya jadi takut sendiri. bukankah itu artinya mereka bisa menilai saya dengan bebas, dengan keakuratan yang bisa dikatakan hampir mencapai 100%? saya yakin itu. saya tidak pernah meremehkan hal-hal semacam itu.
dan inti dari tulisan ini adalah saya bukan jenis orang yang rela ketika orang itu bisa menilai saya, menerawang saya. mengapa orang-orang itu harus atau terpaksa tahu siapa dan apa yang terjadi pada orang-orang di sekitar mereka?

apakah saya tidak berhak untuk punya rahasia? 


jikapun anak ajaib itu dapat menerawang keberadaan tulisan ini, saya tidak keberatan. saya ingin menyampaikan padanya bahwa saya tidak suka dinilai-nilai, apalagi sampai harus diceritakan ke ibu saya segala. tolonglah, saya masih ingin bergelut dengan rahasia-rahasia yang saya miliki.

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Distributed By Blogger Template